Call Us : ( +62 ) 839 654 62666
Senin - Sabtu : 10.00 - 22.00

Menunggu "Barang Antik"

[caption id="attachment_2042" align="aligncenter" width="600" caption="Menunggu Barang Antik (angkot)"]Menunggu Barang Antik (angkot)[/caption]

saat sekolah (SMP) saya sering menggunakan angkot atau bus untuk menuju ke sekolah, selain karena orang tua yang kurang percaya karena ulah saya juga karena saya sering masuk bimbingan konseling untuk peringatan malahan panggilan orang tua karena mengendarai motor ke sekolah.. #mdrcct


setiap hari, pagi dan siang hari selalu melambai tangan untuk memberi isyarat kepada supir angkot, banak yang gak mau berhenti karena sudah penuh, kadang malah nekat gelantungan dipintu bus yang ugal ugalan dan pernah juga ikut push up bareng supir dan kenet bus karena kena tilang polisi.


ah banyak pengalaman dalam kategori barang antik ini, kalau saya tuliskan disini malah kasian yang baca *emang ada yang baca?? :D tapi yang paling mengenaskan saat sekolah mengendarai angkot adalah harus nunggu jemputan untuk menuju rumah, tak jarang molor sampai 2 jam dan bahkan gak ada yang jemput aka harus jalan kaki.




Barang Antik


Berjalan tersendat diantara"sedan-sedan licin mengkilat"
Dengan warna pucat
Dan badan penuh cacat...sedikit berkarat


Hai oplet tua dengan bapak supir tua
Cari penumpang dipinggiran ibu kota
Sainganmu mikrolet bajaj dan bis kota
Kini kau tersingkirkan oleh mereka

Bagai kutu jalanan
Ditengah-tengah kota metropolitan
Cari muatan untuk nguber setoran
"sisanya buat makan"

Hai oplet tua dengan bapak supir tua
Cari penumpang dipinggiran ibu kota
Sainganmu mikrolet bajaj dan bis kota
Kini kau tersingkirkan oleh mereka

Berjalan zig-zag ngebut
Ga perduli walau mobil sudah.....butut
Suara bising ribut
Yang keluar dari knalpot mu bagai....kentut

Hai oplet tua dengan bapak supir tua
Cari penumpang dipinggiran ibu kota
Sainganmu mikrolet bajaj dan bis kota
Kini kau tersingkirkan oleh mereka

(Chorus...)
Oh bapak tua....
Pemilik oplet tua
Tunggu nanti di tahun 2001
Mungkin mobilmu jadi barang
Antik yang harganya selangit

Ini ceritaku, mana ceritamu?

19 comments:

  1. Hmm, juga menghemat uang jajan nih kayaknya

    Minta dukunganya: Resolusi Juara 2012

    ReplyDelete
  2. orang indonesia "bersatulah"
    nice post sob!!

    ReplyDelete
  3. Barang antiknya ternyata angkot tho?
    #Weh..weh..weh..

    ReplyDelete
  4. ow iki ta kemaren maksudmu bang :) mantab... eh bang templatemu sebelum ini kenapa di ganti? padahal aku rencana ameh rombak template kek punya sampean kemaren :(

    ReplyDelete
  5. @cakpepenk, makasih kaka

    ReplyDelete
  6. @Aryan, haha aku pengen sing simpel mas. wis bosen dengan suasana yang mruyel :)

    ReplyDelete
  7. @Resolusi Juara 2012, siap mendukung!

    ReplyDelete
  8. @danyf5habibi, haha iya :D

    ReplyDelete
  9. @Riffrizz, aku gak ngomong ngunu lo yaa :P

    ReplyDelete
  10. aku sampai sekarang hampir tiap hari masih naik angkot lhooo, hehe memang naik angkot itu banyak suka dukanya

    ReplyDelete
  11. ironi . aku ya sering ngunu wi . #mlaku

    ReplyDelete
  12. artikel ini mengingatkan saya semasa sekolah dulu.Saya menyesali kenapa saya sewaktu sekolah bandel yang berakibat tidak baik sekarang.Coba anda bayangkan saat sma saya pindah sekolah 6 kali gara-gara di keluarin.

    ReplyDelete
  13. jiah, soundtracknya itu lo yang manteb tenan
    josss...

    ReplyDelete

SHARETHIS